Arsenal, Waktunya menyentuh final

March 26, 2010 on 3:56 am | In sepak bola | 14 Comments


Berdasarkan hitung-hitungan tren positif sejak gagal juara pada 2005-06, musim ini Arsenal akan mampu masuk ke partai final.

MENGHADAPI Barcelona di babak perempat final Liga Champions musim ini, bukanlah sebuah hal mudah bagi Arsenal. Apalagi catatan mereka saat menghadapi pasukan Blaugrana itu juga tak mentereng. Dari tiga pertemuan sebelumnya, The Gunners sama sekali belum pernah meraih kemenangan dan hanya sekali meraih hasil seri. So, rasanya tugas berat kini sedang menanti kubu Emirates.

Tapi, melihat data statistik pasukan Arsene Wenger di ajang Liga Champions, para penggemar Arsenal mungkin bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, stelah gagal juara pada musim 2005-06, Arsenal terus menunjukkan tren positif di ajang Liga Champions tiap musimnya.

Bertarung hingga babak 16-besar di musim 2006-07, Arsenal berhasil melaju ke babak perempat final di musim berikutnya. Langkah itu semakin tak tertahankan dengan melangkah ke babak semi final musim 2008-09, sebelum akhirnya dikandaskan kompatriotnya di Inggris, Manchester United. Artinya, jika tren itu terus berlanjut, maka musim ini mereka akan menjejak partai final.

Tren positif itu tentu ingin diteruskan Arsenal musim ini. Dengan mencatat prestasi di level yang lebih tinggi dibandingkan semifinal tentunya, yakni babak final. Mereka ingin menjaga tren positif tersebut karena sebelum melaju ke babak final musim 2005-06, mereka gagal menjaga tren itu.

Di musim 1998-99 dan 1999-00, langkah Arsenal hanya sampai babak pertama saja. Di musim 1998-99,  The Gunners tak mampu melawan kekuatan Dynamo Kyiv bersama Andriy Shevchenko-nya. Sementara di musim 1999-00, pasukan Wenger harus kalah bersaing dengan Barcelona dan Fiorentina di Grup B.

Lonjakan prestasi dicatat The Gunners di musim 2000-01, ketika mereka melangkah hingga babak perempat final. Sayang, langkah mereka harus kembali terhenti. Kali ini di tangan klub Spanyol, Valencia yang saat itu dilatih Hector Cuper. Arsenal berhasil menang 2-1 di Highbury, tapi harus kalah 1-0 di Mestalla.

Dua musim berikutnya, tren positif itu gagal diulang. Malah mereka harus menelan pil pahit dengan hanya lolos hingga babak II penyisihan grup. Prestasi naik-turun itu tentu kini sudah menjadi masa lalu. Meski demikian, Arsenal pasti tak ingin mengulanginya dan ingin terus menjaga tren positif tersebut.

 

SIKLUS UNIK

Selain tren positif, fans Arsenal juga bisa mengandalkan siklus unik yang dialami klubnya dalam tujuh musim terakhir. The Gunners mencatat prestasi bergiliran antara babak perempat final dan final di tahun genap. Di musim 2003-04, Arsenal berhasil melangkah ke babak perempat final sebelum kandas di tangan Chelsea dengan skor 1-1 di Stamford Bridge dan 1-2 di Highbury.

Di musim 2005-06, prestasi Arsenal sangat mencolok, yakni dengan melaju hingga babak final sebelum akhirnya kalah dari Barcelona. Gol Sol Campbell di menit ke-37 berhasil dibalas Samuel Eto’o di menit ke-76 dan Juliano Belletti empat menit kemudian.

Di musim 2007-08, sesama klub Inggris, Liverpool berhasil menghentikan langkah Arsenal di babak perempat final. Menuai hasil seri 1-1 di Stadion Emirates, Arsenal tak berdaya di hadapan The Reds setelah tersungkur dengan skor 4-2. Liverpool unggul lewat gol Sami Hyypia, Fernando Torres, Steven Gerrard, dan Ryan Babel. Sementara Arsenal hanya mampu mencetak gol lewat Abou Diaby dan Emmanuel Adebayor.

Akankah siklus itu terulang di tahun genap sekarang? Dengan mencapai babak final tentunya. Hanya saja peluang Arsenal kali ini agak sulit. Pasalnya, ketika menjaga peluang tren positif itu sejak musim 2006-07, prestasi mereka di Premier League tidaklah semoncer musim ini. Mereka hanya berhasil menjaga kans untuk tetap berada di empat besar klasemen akhir, dan bukan membuka peluang untuk menjadi juara Inggris seperti sekarang.

Rasanya, Arsenal kini harus memilih untuk fokus di salah satu ajang saja, Liga Champions atau Premier League? Apa pun pilihan Wenger, yang pasti dia yakin peluang kedua tim masih sama besar untuk melaju ke babak semifinal.

“Barcelona memang tim besar yang punya prestasi di Liga Champions. Langkah kami tidaklah mudah, tapi cara terbaik untuk sukses adalah berada dalam kondisi yang bagus dan punya kepercayaan diri yang kuat jelang pertandingan,” kata Wenger.

Keyakinan Wenger belum tentu berbanding lurus dengan keinginan untuk meneruskan tren positif sejak musim 2006-07 dan melaju hingga babak final musim ini. Untuk mewujudkannya, sebuah tugas berat menanti, menaklukkan Barcelona!=Ruri

 

INFOGRAFIS è dibuat grafik

Musim        Pencapaian               Posisi di EPL

2008-09      Semifinal                    4

2007-08      Perempatfinal             3

2006-07      Babak 16-besar          4

2005-06      Final                           4

2004-05      Babak 16-besar          2

2003-04      Perempatfinal              1

2002-03      Babak II                     2

2001-02      Babak II                     1

2000-01      Perempatfinal             2

1999-00      Babak I                       2

1998-99      Babak I                       2

 

 


Serba-serbi di perempatfinal

  • CESC FABREGAS dan Thierry Henry menjadi pahlawan Arsenal saat menyingkirkan Juventus di babak perempat final Liga Champions musim 2005-06. Kini keduanya berdiri berseberangan.
  • ENAM gol diciptakan Arsenal ke gawang dua klub Spanyol di babak perempat final. Dua gol ke gawang Valencia di musim 2000-01 dan empat gol ke gawang Villarreal di musim 2008-09.
  • THEO WALCOTT dan Robin Van Persie menjadi dua pemain tersisa di Arsenal yang pernah mencetak gol ke gawang klub Spanyol di babak perempat final. Mereka melakukannya saat mengalahkan Villarreal 3-1 di musim 2008-09. Selain mereka, eks pemain yang pernah mencetak gol ke gawang klub Spanyol adalah Thierry Henry, Ray Parlour, dan Emmanuel Adebayor.
  • KEMENANGAN terbesar Arsenal di babak perempat final Liga Champions di 10 musim terakhir adalah saat mengalahkan Villarreal dengan skor 3-0 di musim 2008-09. Sementara kekalahan terbesar di perempat final Liga Champions 10 musim terakhir didera Arsenal saat kalah dari Liverpool di musim 2007-08, dengan skor 2-4.
  • CATATAN Arsenal di babak perempat final di 10 musim terakhir tidaklah terlalu mencolok. Mereka menang tiga kali, seri empat kali, dan kalah empat kali. Dari semua laga itu, The Gunners berhasil mencetak 11 gol dan kebobolan 11 gol di babak perempatfinal.
  • DALAM 10 musim terakhir, Arsenal belum pernah kalah di leg pertama babak perempat final. Mereka mencatat tiga kali seri dan dua kemenangan. Sementara di leg kedua, Arsenal kalah tiga kali, seri sekali, dan menang sekali.

Roman Abramovich, Potong gaji pemain

March 23, 2010 on 3:04 am | In sepak bola | 3 Comments


Setelah merugi hingga 70 juta pounds untuk membayar pemain-pemain yang tak berguna, Abramovich menerapkan kebijakan pemotongan gaji pemain.

Ketika Michael Ballack pindah ke Chelsea di musim panas 2006, sebuah keuntungan besar direguknya, terutama untuk menambah tebal kantongnya. Adalah besaran gaji sebesar 121 ribu pounds diberikan untuknya setiap pekan. Besaran gaji itu membuatnya sebagai pemain bergaji tertinggi di The Blues bersama Andriy Shevchenko.

Namun itu semua sudah menjadi masa lalu. Empat tahun kemudian, semua kondisi terbalik. Sebuah tawaran perpanjangan kontrak terulur kepadanya, hanya saja Ballack harus menerima kenyataan pahit. Gajinya harus rela dipotong hingga 50 persen, menjadi 60 ribu pounds per pekan saja.

“Negosiasi ini haruslah menguntungkan kedua pihak. Kami akan duduk bersama untuk membicarakannya dan tak ada tekanan apapun untuk itu. Aku betah di klub ini dan betah berada di London, jadi menyenangkan rasanya kalau aku bisa tetap di sini,” kata Ballack.

Pemotongan gaji ini merupakan kebijakan baru di Chelsea yang segera memberlakukan kebijakan pemotongan gaji pemain. Semua ini terjadi akibat klub yang kehilangan uang hingga 70 juta pounds akibat membayar gaji pemain-pemain yang hanya memberikan sedikit kontribusi ketika berada di Stamford Bridge.

Nama-nama seperti Juan Veron, Hernan Crespor, sampai Shevchenko bukanlah nama-nama pemain yang bisa dibayar murah. Gaji mereka bertiga saja mencapai 41 juta pounds ketika dipinjamkan ke klub lain, karena jasanya tak dipakai di skuad Chelsea.

Melihat kondisi tersebut, tentu saja Abramovich tak ingin lagi melakukan kesalahan yang sama di masa mendatang. Dia tak ingin pemain-pemain yang tak punya kontribusi positif bagi klub mereguk keuntungan pribadi dari besaran gaji mereka.

Herannya, kebijakan ini juga akan diterapkan bagi pemain-pemain tim utama. Mulai dari Ballack, Nicolas Anelka, hingga Joe Cole, yang dua musim terakhir lebih sering dibekap cedera.

Tentu saja kebijakan ini bisa jadi akan membuat Chelsea kehilangan pilar-pilar penting mereka dalam tim. Cole diperkirakan menjadi pemain terdepan yang akan meninggalkan Stamford Bridge musim depan. Pasalnya, baru-baru ini dia merasa terhina terhadap tawaran yang diberikan Chelsea kepadanya.

Tawaran perpanjangan kontrak baru baginya hanya berlangsung setahun ke depan. Tapi dia diberikan kesempatan untuk membuktikan diri supaya dianggap pantas menerima perpanjangan kontrak hingga satu tahun berikutnya. Sayang, di tawaran tersebut terdapat pasal pemotongan gaji hingga 40 persen. Pemotongan itu membuat Cole hanya  akan menerima gaji sebesar 36 ribu pounds saja. Padahal, dia sejak awal meminta kenaikan gaji hingga 100 ribu pounds per pekan.

Tawaran itu tentu saja ditolak Cole. Kalau dia menerimanya, dia akan menjadi pemain bergaji terkecil dibandingkan para kompatriotnya asal Inggris. Mulai dari John Terry, Ashley Cole, sampai Frank Lampard.

 

ANELKA LEBIH BERUNTUNG

Kasus Cole sepertinya lebih rumit dibandingkan tawaran perpanjangan kontrak bagi Anelka. Meski Anelka meminta kenaikan gaji sebesar 50 persen dari gajinya sebesar 80 ribu per pekan saat ini, namun sepertinya manajemen klub bersedia sedikit berkompromi. Tak heran, karena Anelka banyak memberikan kontribusi positif bagi tim dengan gol-golnya di tim utama.

 Tawaran kontrak bagi Anelka diperkirakan akan berlangsung hingga 2013 mendatang. Kalau proses negosiasi berjalan lancar, maka kabar ini akan menjadi pukulan tersendiri bagi Cole.

Sederet fakta di atas merupakan puncak masa kepemimpinan Abramovich di Chelsea. Setelah tujuh tahun berlalu, sepertinya dia tak lagi ingin menghambur-hamburkan uangnya di The Blues. Bisa jadi dia tak lagi yakin kalau penghamburan uang akan menjamin kesuksesan instan baginya.

Paling tidak, Abramovich mengakui kalau krisis finansial kini benar-benar menghantam dunia sepak bola. Pria asal Rusia ini menyadari jika pembibitan pemain, seperti Nemanja Matic, Daniel Sturridge, atau Gael Kakuta lebih membuat dirinya berhemat dibandingkan harus membeli pemain bintang, yang belum tentu memberikan kesuksesan bagi klub.

Mulai saat ini, Abramovich dan chief executive Chelsea, Ron Gourlay, dipastikan akan mengeluarkan uang secara efisien. Dan pastinya pemain Chelsea lain akan mendapatkan giliran pemotongan gaji ketika kontrak mereka berakhir.=Ruri

 


(DATA)

Pemain tak efektif di Chelsea

Akhir musim ini, beberapa pemain bisa jadi akan angkat koper dari Stamford Bridge. Tak hanya untuk mengurangi jumlah pengeluaran uang untuk membayar gaji mereka, pun kontribusi mereka tak terlalu mencolok bagi The Blues. Siapa saja mereka? Berikut penjelasannya.

JOE COLE

Gaji: 80.000 pounds

Tampil: 21

Starter/Pengganti: 13/8

Menit bermain: 799

Indeks Actim: 137

Ranking Actim: 224

Prediksi: Keluar dari Chelsea di akhir musim, akibat permintaan kenaikan gaji tak dipenuhi.

 

● DECO

Gaji: 92.000 pounds

Tampil: 18

Starter/Pengganti: 12/6

Menit bermain: 957

Indeks Actim: 65

Ranking Actim: 328

Prediksi: Keluar dari Chelsea di akhir musim, karena ingin pindah ke Brasil.

 

ALEX

Gaji: 50.000 pounds

Tampil: 7

Starter/Pengganti: 5/2

Menit bermain: 495

Indeks Actim: 177

Ranking Actim: 173

Prediksi: Lebih sering diturunkan ketika Ricardo Carvalho dibekap cedera.

 

● YURI ZHIRKOV

Gaji: 54.300 pounds

Tampil: 12

Starter/Pengganti: 7/5

Menit bermain: 675

Indeks Actim: 67

Ranking Actim: 320

Prediksi: Jarang diturunkan akibat dibekap cedera di awal musim. Tapi tetap bisa dipertahankan Ancelotti.

 

● PAULO FERREIRA

Gaji: 30.000 pounds

Tampil: 5

Starter/Pengganti: 3/2

Menit bermain: 291

Indeks Actim: 57

Ranking Actim: 341

Prediksi: Kendati jarang diturunkan di Chelsea, nama Ferreira tetap akan masuk ke skuad Portugal di Piala Dunia, menggantikan Jose Bosingwa.

 

● JULIANO BELLETTI

Gaji: 50.000 pounds

Tampil: 15

Starter/Pengganti: 8/7

Menit bermain: 819

Indeks Actim: 55

Ranking Actim: 349

Prediksi: Keluar dari Chelsea di akhir musim, karena kontrak berakhir, dan usianya yang sudah menginjak 34 tahun.

Krisis Timnas Inggris, Keropos dari dalam

March 23, 2010 on 2:56 am | In sepak bola | 4 Comments


Berbagai peristiwa buruk mewarnai persiapan The Three Lions menuju ke Piala Dunia. Tanda-tanda kegagalan Inggris?

TAHUN lalu, Inggris merupakan tim favorit yang berpeluang besar menjadi juara Piala Dunia 2010. Betapa tidak, mereka berhasil memetik sembilan kemenangan dari 10 laga di babak kualifikasi. Sayang, status itu kini tak lagi disandang Inggris. Bukan disebabkan faktor dari luar, melainkan pengeroposan di tubuh timnas sendiri.

Sederet kabar buruk didapat The Three Lions di masa persiapan menuju ke Afrika. Kabar buruk terakhir tentunya mengenai cedera David Beckham, yang gagal tampil di pentas Piala Dunia. Sebelumnya, tentu semua masih ingat mengenai kabar cedera dan skandal Ashley Cole, cedera Rio Ferdinand, hingga skandal John Terry yang membuat Wayne Bridge enggan membela timnas.

Absennya Cole dan Bridge tak bisa membuat Fabio Capello secara serta-merta mendatangkan Patrice Evra sebagai penggantinya. Tak ada bursa transfer musim dingin atau musim panas guna mendatangkan pemain-pemain berkualitas di timnas. Memang bukan hal enteng untuk menemukan pemain berbakat guna membela timnas. 

Beruntung, Inggris memiliki sosok bernama Capello. Dengan gaji sebesar 6 juta pounds setahun, pelatih asal Italia itu memang didapuk untuk menyelesaikan masalah. Pilihan FA tepat. Capello memang selalu bersikap tenang menghadapi semua masalah. Dia mampu menyelesaikan semuanya, mulai dari masalah cedera metatarsal hingga masalah rumah tangga.

Capello juga diyakini akan mengikuti jejak kesuksesan Sir Alf Ramsey, eks manajer timnas Inggris 1966. Dia mampu membuat pasukannya mencetak empat gol, tanpa adanya sosok pemain sayap ketika Inggris mengalahkan Jerman Barat di babak final Piala Dunia 1966.

Capello bisa juga mengikuti jejak kesuksesan Luis Aragones, pelatih Spanyol ketika merengkuh gelar Euro 2008 lalu. Dia rela menghapus nama Cesc Fabregas di lini tengah guna memperkuat barisan tengah yang dipenuhi empat midfielders.

Apalagi Capello juga berhasil memupus anggapan yang menyebut Steven Gerrard dan Frank Lampard tak bisa bermain bersama. Dia juga memutuskan duet Michael Owen dan Wayne Rooney, yang tak pernah berhasil. Capello jugalah yang akhirnya mencopot ban kapten John Terry akibat skandal yang menimpanya.

So, krisis boleh saja tengah menimpa Rooney dkk di timnas Inggris, tapi mereka seakan mendapatkan jaminan asuransi dalam diri Capello. Pria yang mampu menyelesaikan semua masalah.

 “Perbedaan besar saat menangani timnas adalah segi psikologisnya. Penting rasanya untuk melatih pikiran, menemukan rasa percaya diri, dan membentuk mental jawara. Tantangan ini baru buat saya. Dan di usia seperti saya sekarang, Anda butuh tantangan baru atau menikmati hidup saja. Dan ini adalah tantangan paling penting dalam hidup saya,” pungkas dia.=Ruri

(DATA)

Masalah timnas Inggris jelang Piala Dunia

  • Skandal John Terry dan Wayne Bridge
  • Cedera David Beckham
  • Cedera Rio Ferdinand
  • Cedera Ashley Cole
  • Pengunduran diri Bridge dari timnas Piala Dunia
  • Pencopotan ban kapten dari Terry
  • Inkonsistensi penampilan Theo Walcott

John Terry, 13 wanita penggoda

March 5, 2010 on 3:28 am | In modern | 3 Comments


Sebanyak 13 wanita diketahui sudah pernah berkencan dengan Terry selama dia mengenal Toni Poole.

Kehidupan glamor memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan para pemain sepak bola. Limpahan harta melimpah sangat identik dengan kehidupan glamor yang tak jauh dari minuman beralkohol, judi, dan godaan wanita-wanita cantik.

Termasuk di antaranya John Terry. Sudah berulangkali kapten Inggris ini membuat ulah dengan para wanita cantik di klub-klub malam. Penunjukkan dirinya sebagai kapten Inggris pun tentu disertai dengan berbagai syarat, Terry harus mengubah perilakunya. Sang istri, Toni Poole, yang juga teman masa kecilnya pun bersemangat membantu. Namun ternyata Terry gagal membuktikannya. Dia terlibat affair dengan Vanessa Perroncel.

Parahnya, wanita yang satu ini merupakan mantan kekasih rekannya di Chelsea dan timnas Inggris, Wayne Bridge. Tak hanya itu, Bridge sendiri masih memiliki hubungan saudara dengan Toni. Tak heran, Toni dan Vanessa bersahabat dan kedua keluarga ini terlihat sering bepergian bersama di masa liburan.

Ternyata, bukan hanya Vanessa yang selama ini menghiasi daftar cinta dan skandal Terry. Masih banyak wanita lain yang masuk ke dalam daftar tersebut. Berikut beberapa di antaranya.

(dibuat anak-anak panah ya. John Terry ditaruh di tengah)

November 1999

Jayne Connery, model. Jayne merupakan salah satu affair pertama Terry, meski saat itu dia sudah berhubungan dengan Toni. Terry menjalin hubungan selama lima bulan dengan Connery.

Maret 2002

Nicola Ulian. Terry kembali menjalin hubungan selama lima bulan. Ulian tertangkap kamera sedang keluar dari hotel tempat Terry menginap saat Chelsea bertandang ke Liverpool.

September 2003

Rebecca Ryan. Model berusia 18 tahun ini diyakini sudah berada di kamar Terry di sebuah hotel di Manchester. Saat itu Terry bersama Timnas Inggris sedang berlaga di babak Pra-Piala Eropa 2004.

Januari 2004

Terry tertangkap kamera sedang mencium Linsey Dawn Mckenzie, seorang model telanjang di Inggris.

Mei 2004

Mantan bintang porno, Karina Clarke mengklaim Terry sudah menyelundupkannya ke kamar hotelnya. Di bulan yang sama, Emma Kearney, mengaku sudah pernah berhubungan intim dengan bintang Chelsea tersebut.

November 2004

Dikabarkan menjalin hubungan selama enam bulan dengan Lauren Pope, model glamor asal Inggris.

April 2005

Lianne Johnson, seorang wanita biasa di Inggris mengaku sudah berhubungan intim dengan Terry di toilet sebuah klub malam. Padahal Lianne saat itu sedang mengalami patah kaki dan menggunakan tongkat untuk berjalan.

September 2005

Menjalin hubungan selama dua bulan dengan Shalimar Wimble. Parahnya, Terry meminjam rumah Wayne Bridge untuk bertemu dengan Wimble.

November 2005

Jenny Barker, seorang gadis cantik berusia 17 tahun asal Inggris mengaku sudah berhubungan seks dengan Terry di mobil Bentley miliknya seharga 100 ribu pounds.

Januari 2006

Model glamor Alicia Douvall mengaku sudah berhubungan seks dengan Terry selama beberapa kali ketika Toni sedang mengandung anak Terry.

September 2009

Mulai berkencan dengan Vanessa Perroncel, mantan kekasih Wayne Bridge.

Desember 2009

Terry berjumpa dengan jurnalis sebuah tabloid di Inggris, Katie Hind di sebuah klub malam. Terry sempat membombardir Hind dengan SMS-SMS mesra, namun Hind tak pernah memedulikannya.

 

(BOKS)

Terry Merugi

Permasalahan yang harus dihadapi Terry ternyata tak berhenti hanya sebatas skandal seks dan cinta saja, melainkan sampai ke masalah finansial. Baru-baru ini, Aaron Lincoln, eks agen Terry, meminta bagian dari proses negosiasi deal iklan Terry dengan Umbro.

Pasalnya, meski deal belum terjadi, namun sebagai pihak yang sudah mewakili Terry dalam proses negosiasi itu, Lincoln merasa dia pantas dapat bagian. Pihak Umbro sendiri tak bersedia mengomentari permasalahan ini dan menganggap keributan yang terjadi antara pemain dan agennya bukan merupakan urusan sponsor.

Konflik ini terjadi setelah Terry secara sepihak memutuskan hubungan profesional dengan Lincoln pada Agustus lalu. Padahal Lincoln banyak membantunya mendapatkan berbagai tawaran iklan.

Selain Umbro, King of Shaves, dan Samsung, Terry juga menjadi bintang iklan Chelsea dan FA di seluruh Inggris. Uang sebesar lima juta pounds tercatat masuk dari iklan Umbro dan King of Shaves. Tak diketahui berapa jumlah pemasukan iklan-iklan lain yang dibintanginya.

Pemasukan dalam jumlah besar itu harus siap dirogoh dalam-dalam seandainya dia benar-benar bercerai dari Toni. Terry harus mengeluarkan tunjangan dalam jumlah besar dalam proses perceraian itu. Diperkirakan uang sebesar 10 juta dolar akan keluar dari kantongnya seandainya Toni benar-benar meminta cerai.

Hanya saja, Terry kini bisa sedikit bernafas lega. Mengingat sang istri masih memberikan satu lagi kesempatan untuk rujuk kembali. Hanya saja, kalau dia kembali berulah dan tak berubah, bukan tak mungkin permintaan cerai itu akan benar-benar terjadi.=Ruri

John Terry, Kehidupan tak lagi sama…

March 5, 2010 on 3:25 am | In modern | No Comments


Skandalnya mengguncang Inggris. Publik kini memusuhinya.

Kehidupan kini tak lagi sama bagi eks kapten Inggris, John Terry. Usai skandal seksnya terkuak bebas ke media, dipastikan hidupnya tak akan lagi sama. Ke manapun dia pergi, pasti semua mata meliriknya, menghinanya. Skandal seks itu akan terus diingat publik sepak bola Inggris sampai kapanpun.

Dia tak akan lagi bisa berjalan di lounge khusus sponsor di Stadion Wembley dan mewakili timnas Inggris tanpa melihat pandangan-pandangan negatif di sekitarnya. Penonton dan jurnalis pasti akan berbisik-bisik dan menghinanya saat melihatnya berjalan di lounge tersebut.

Dia juga tak bisa lagi duduk di konferensi pers dan berbicara mengenai nilai-nilai kepercayaan dan kekompakan dalam sebuah tim. Terry tak akan punya nyali untuk memberi contoh kepada anak-anak yang ingin menjadi pemain sepak bola. Semua orang pun pasti akan menertawakannya ketika dia berbicara mengenai tanggungjawab seorang pemimpin.

Jadi, sebenarnya kalau Terry punya harga diri, dia akan menerima itu semua dengan lapang dada dan mengundurkan diri sebagai kapten timnas dan dari timnas Inggris. Dengan begitu, dia akan bisa meminimalisir semua berita negatif tentangnya dan menunjukkan pada dunia, betapa dia masih punya harga diri.

Tapi ternyata tidak. Kendati sudah tak lagi berstatus sebagai kapten Inggris, namun tanda-tanda untuk mundur dari timnas tak juga muncul. Padahal skandal seks ini sudah benar-benar mencoreng sejarah sepak bola Inggris dalam satu dekade terakhir.

Skandal ini merupakan yang terbesar sejak mantan manajer Manchester United, Tommy Docherty terbukti menjalin affair dengan istri ahli fisioterapi klub itu pada 1977. Skandal itu membuat dirinya dipecat. Namun, Clive James, seorang presenter televisi asal Australia, masih membela Docherty dengan mengatakan jika Docherty sebenarnya masih pantas mengelola sebuah klub, meski terlibat skandal itu.

Terry bisa saja mengusung alasan tersebut. Malaikat pun tahu talentanya yang besar sebagai pemain sepak bola. Tak ada yang bisa membantah kedudukannya sebagai bek tengah timnas Inggris. Hanya saja, publik pasti akan sulit melupakan perilaku negatifnya tersebut.

Sulit rasanya mengurangi banyaknya publikasi mengenai dirinya saat ini, meski mungkin hanya setengah dari berita itu yang benar. Satu-satunya kesempatan adalah meminta maaf dan menggunakan alasan lama jika kehidupan pribadinya tak akan pernah memengaruhi performanya di dunia sepak bola.

Apabila Terry mengatakannya, dia sama saja dengan mengatakan jika politik dan olahraga seharusnya tak boleh dicampur. Ide bagus tentunya. Tapi sangat naif rasanya mengatakan hal itu di sebuah negara di mana kehidupan sepak bola berjalan seiring dengan kehidupan glamor ala selebriti.

Rasanya kesempatan itu sudah tak ada lagi bagi Terry. Dia sudah tak lagi memegang kartu truf. Kisah pengkhianatannya terhadap Wayne Bridge, eks rekan setim di Chelsea dan rekan di timnas Inggris, rasanya akan sangat sulit dilupakan.

Jadi, apa yang terjadi pada Terry dan Perroncel di kamar tidur kini sudah bergeser ke ruang ganti timnas Inggris. Dan ini yang menjadi masalah Fabio Capello, manajer The Three Lions.

Manajer asal Italia itu enggan mengambil keputusan gegabah. Dia bukan tipe orang yang bisa dipojokkan media. Hanya saja dia harus membuat keputusan besar dalam waktu dekat. Apakah dengan mencoret nama Terry dari skuad Inggris akan memengaruhi peluang Inggris merebut gelar juara di Piala Dunia nanti?

Keputusan itu bakal sulit karena bakat Terry sebagai defender terbaik Inggris dan memiliki bakat alami sebagai pemimpin di lapangan. Namun sebelum mengambil keputusan tersebut, baik rasanya Capello mendengarkan nasehat dari Harry Redknapp, manajer Tottenham Hotspur.

“Harus ada standar tertentu bagi para pemain sepak bola di Inggris. Pasalnya mereka adalah contoh bagi anak-anak muda di luar sana yang ingin menjadi pemain sepak bola. Para pemain haruslah berperilaku positif karena anak-anak mencontoh mereka setiap hari,” kata Redknapp.

Terry tentu saja tak akan bisa menjadi contoh lagi. Dia kini menjadi musuh banyak orang. Dia sudah melangkah terlalu jauh, dan tak ada lagi jalan mundur baginya. So, kehidupan memang tak lagi sama bagi Terry mulai sekarang.(*)

Christian Carrasco, Spiderman dari Chile

November 26, 2009 on 2:10 am | In modern | No Comments


            Para suporter Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan Persipura Jayapura pasti tak akan pernah melupakan sosok striker yang satu ini. Betapa tidak, setiap kali habis mencetak gol, sosok striker bernama Christian Carrasco ini pasti langsung mengenakan topeng Spiderman untuk merayakan golnya.

            Apa sebenarnya alasan “Spiderman” asal Chile ini melakukannya? Sederhana ternyata. Dia mengaku sebagai penggemar sejati tokoh komik itu sejak kecil. Kegemarannya dimulai karena kakaknya, Raul Carrasco Jr, juga merupakan penggemar tokoh itu.

            “Setiap kali ada tokoh Spiderman muncul di televisi, aku langsung ada di depan TV untuk menontonnya bersama kakakku. Saat aku dan Raul sedang tak berada di depan TV, ayahku, Raul Carrasco Sr, memanggil kami berdua untuk segera menontonnya,” kenang striker yang kini bermukim di PSM Makassar itu dalam wawancaranya dengan SOCCER.

            Kegemaran itu semakin bertambah ketika dia sudah bisa mencari uang sendiri lewat sepak bola. Dia membeli berbagai pernik Spiderman, termasuk selimut bermotif pahlawan laba-laba itu, yang kini sampai dibawanya ke Indonesia.

Ditambah lagi ketika merumput di Persebaya Surabaya, Carrasco sering melihat banyak anak kecil yang mengenakan kaos bertema Spiderman. Fakta itu membuat kegemarannya terhadap Spiderman semakin kuat. “Aku sudah tak bisa dipisahkan lagi dengan Spiderman. Dia sudah jadi idolaku sejak kecil,” bilang dia.

            Di sela sesi wawancara, Carrasco tak lupa menunjukkan topeng Spiderman yang selalu dibawanya di tas. Hanya saja, karena tasnya sering berganti, topeng itu tak selalu dibawanya saat pergi. “Yang pasti, topeng ini selalu aku bawa di pertandingan dan aku simpan di saku celana. Aku akan mengenakannya kalau aku berhasil mencetak gol,” kata dia. “Lagipula merayakan gol dengan mengenakan topeng Spiderman membuat selebrasi golku lain daripada yang lain.”

            Meski selebrasinya unik, tapi peraturan dunia sepak bola bisa jadi melarangnya. Sudah jadi rahasia umum kalau selebrasi gol berlebihan akan berbuah ganjaran kartu kuning. Namun top skorer turnamen Piala Bang Yos 2006 ini tak pernah gentar. “Aku akan selalu merayakan golku dengan mengenakan topeng Spiderman, tak peduli kalau aku sampai terkena hukuman kartu kuning sekalipun,” tegas dia.

 

CINTA INDONESIA

            Sampai sekarang, selebrasi gol Carrasco dengan mengenakan topeng ini sudah tak terhitung jumlahnya. Maklum, sebelum mendarat di Makassar Agustus lalu, dia sudah merumput selama empat musim di Indonesia. Yakni di klub Persim Maros, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan Persipura Jayapura.

            “Pengalaman di keempat klub itu tentu sangat banyak. Yang paling mengesankan adalah waktu aku bermain di Persebaya. Momen yang tak bisa aku lupakan adalah saat aku mencetak ke gawang Deltras yang membuat Persebaya menang 1-0 di 2004. Kenapa berkesan? Karena usai mencetak gol itu, aku mengenakan topeng Spiderman untuk pertama kalinya,” cetus bungsu dari dua bersaudara ini.

            Bukan hanya gol itu yang membuat pengalaman Carrasco di Persebaya berkesan. Menurutnya, atmosfer dukungan suporter terhadap Persebaya juga membuatnya terkesan. “Mereka benar-benar mencurahkan energi untuk membela klubnya,” kata Carrasco.

            Setelah dari Persebaya,  striker kelahiran Santiago tersebut memutuskan pindah ke PSMS Medan dan Persipura Jayapura. Banyak prestasi sudah diraihnya. Namun setelah empat tahun berkarier di Indonesia, Carrasco mau tak mau harus pulang ke negaranya, Chile.

            “Menurut peraturan PSSI, pemain asing harus keluar setelah empat tahun merumput di Indonesia. Begitu pula aku. Di Chile, aku masuk ke klub De Porte. Setelah satu tahun merumput di sana, aku kembali ke Indonesia,” jelas pemain berambut panjang ini.

            Mengapa memutuskan kembali ke Indonesia? “Aku sudah mencintai negara ini. Banyak orang baik di Indonesia. Mereka sering membantuku, sehingga aku betah di sini,” kata dia.

            Well, apapun itu, yang pasti kini Carrasco sudah kembali ke Indonesia. Pasti dia ingin kembali menancapkan kukunya di ranah sepak bola negeri ini. “Paling tidak, sepak bola Indonesia sekarang sudah lebih baik. Yang paling ingin aku soroti adalah perbaikan kinerja wasit dan kondisi lapangan. Kalau kedua unsur itu sudah lebih baik, pasti sepak bola Indonesia akan lebih maju,” pungkas dia.=Ruri

 

(BOKS)

Ingin main di luar negeri

            “Setiap pemain sepak bola di Chile pasti ingin bermain di luar negeri.” Begitu kata Carrasco ketika ditanya mengapa dia tak memilih bermain di negaranya, yang notabene merupakan negara berakar sepak bola kuat. “Begitu pula aku. Ketika ada tawaran datang untuk datang ke Indonesia, aku langsung mengiyakannya.”

            Secara terus terang, Carrasco mengaku sama sekali tak memiliki gambaran seperti apa wajah Indonesia yang terletak sangat jauh dengan Chile. “Tapi orang tuaku langsung memberikan izin begitu aku bilang kalau aku akan pergi ke Indonesia,” bilang dia.

            Ingatannya pun kembali ke masa lalu saat dia mendarat di klub Persim Maros. Awalnya Carrasco mengaku kesulitan karena tak ada satupun pemain maupun pengurus di klub itu bisa berbahasa Spanyol. Akhirnya, secara perlahan, dia mempelajari Bahasa Indonesia secara mandiri. Dan kini, kemampuannya berbicara Bahasa Indonesia bisa diacungi jempol.

            “Aku sudah banyak tahu Bahasa Indonesia. Yang paling membuatku sulit untuk mengerti adalah ketika orang-orang di sekitarku mulai berbahasa Jawa, seperti ketika di Persebaya,” katanya sambil tergelak.

            Kini, jarak jauh yang membentang antara Chile dan Indonesia bukan lagi sebuah masalah bagi Carrasco. “Dalam seminggu, aku selalu menelepon keluargaku sebanyak dua atau tiga kali. Selain itu juga ada fasilitas internet untuk mengetahui kabar keluarga di sana,” cetus dia.

            Banyaknya kabar insiden pengeboman dan gempa pun tak pernah membuatnya gentar. “Pas gempa di Padang, keluargaku langsung menelepon. Bertanya apa aku baik-baik saja. Pasti mereka tak tahu kalau jarak Padang dan Makassar itu sangat jauh,” katanya sambil tertawa.

            Di sela kesibukannya sebagai pemain sepak bola, Carrasco selalu menyempatkan diri untuk berlibur. Tempat wisata di Indonesia yang jadi favoritnya adalah Bali. “Pantai di Bali sangat indah. Di kampung halamanku juga ada pantai, tapi tak seindah di Bali. Senang rasanya berada di sana,” kata dia. So, welcome back to Indonesia, Spiderman!(*)

Hantu cedera di Arsenal, Menumpuk di November

November 26, 2009 on 2:07 am | In modern | No Comments


            Udara dingin nan menusuk di November, ternyata tak pernah membuat Arsene Wenger merasa khawatir. Dia lebih mengkhawatirkan bahaya cedera yang selalu menghantuinya setiap November tiba. Dan kalau hantu cedera ini tak diwaspadai, bukan tak mungkin gelar juara akan jadi taruhannya.

            “Di Inggris, banyak pemain yang dibekap cedera setiap November tiba. Fakta itu sungguh membuat saya frustasi. Lihatlah data statistik, cedera pemain selalu menghantui di bulan November. Dengan melihat pemain yang cedera di November, Anda baru tahu apakah Anda akan menang atau tidak ketika Desember tiba,” bilang Wenger.

            “Yang jadi penyebab utama adalah banyaknya laga yang harus kami jalani di jenis lapangan yang berbeda-beda. Belum lagi para pemain yang masuk ke timnas. Sampai akhir babak putaran pertama Liga Champions saja, seorang pemain bisa bertanding sebanyak 20 kali,” imbuh dia.   

            Pemain Arsenal terakhir yang jadi korban adalah bek kiri andalan mereka, Gael Clichy. Kondisi itu mau tak mau membuat dia harus memilih Kieran Gibbs, bek kiri The Gunners, yang baru berusia 20 tahun, sebagai pengganti. “Bagi kami, kehilangan Clichy adalah sebuah pukulan tersendiri. Dia akan absen selama 1-2 bulan. Itu terlalu lama,” cetus Wenger.

            Sebelum Clichy, pemain Arsenal lain yang bertumbangan adalah Johan Djourou, Lukasz Fabianski, Samir Nasri, Nicklas Bendtner, Theo Walcott, Jack Wilshere, Denilson, dan Tomas Rosicky. Khusus bagi Rosicky dan Nasri, jangka waktu mereka untuk pulih kembali cukup lama. Sementara, Bendtner hanya membutuhkan waktu sebulan untuk pulih.

            Sederet pemain yang dibekap cedera memang membuat Wenger pusing tujuh keliling. Padahal dia sangat membutuhkan mereka guna mengejar ketertinggalan dari Chelsea dan MU yang berada di peringkat satu dan dua di klasemen sementara.

“Seperti tim lain, kami hanya ingin kondisi fisik para pemain selalu prima dan siap turun kapanpun dibutuhkan. Tapi kami tak seperti itu. Tim lain yang mungkin hampir semua pemainnya bebas cedera saat ini hanyalah Chelsea,” bilang Wenger.

 

BUKAN ALASAN

            Keinginan Wenger untuk memiliki pemain bebas cedera seperti Chelsea mungkin belum terwujud bulan ini. Sampai pekan ke-11, Arsenal sudah kehilangan tujuh pemain akibat cedera. Jumlah itu sama dengan jumlah pemain cedera di MU, hanya saja lima dari tujuh pemain mereka bisa kembali dalam akhir pekan lalu.

            Sedangkan di Arsenal, diperkirakan hanya Wilshere yang bisa kembali pekan ini. Enam pemain lainnya setidaknya menunggu sampai akhir bulan ini untuk bisa tampil kembali. Kabar bagusnya, Carlos Vela dan Armand Traore segera menjalani sesi latihan sebagai bagian dari upaya pemulihan cedera.

            Dua kabar baik itu setidaknya terselip di antara banyaknya hantaman cedera bagi Arsenal di November. Di periode yang sama tahun lalu, sebanyak sembilan penggawa The Gunners harus absen akibat cedera. Mulai dari Emmanuel Adebayor, Kolo Toure, Bacary Sagna, Walcott, Diaby, dan lainnya.

            Jumlah itu sedikit menurun di dua musim lalu, ketika “hanya” delapan pemain yang dibekap cedera. Namun tetap saja jumlah itu masih terlalu banyak bagi Wenger. Uniknya, dengan jumlah pemain cedera yang sama di November, The Gunners mampu menjadi juara Premier League di musim 2003-04. Saat itu, tercatat Ray Parlour, Gilberto Silva, Dennis Bergkamp, Bisan Lauren, sampai Sylvain Wiltord harus absen dari lapangan akibat cedera di November.

            So, sepertinya tujuh pemain cedera yang melanda Arsenal bulan ini tak akan memengaruhi pasukan Wenger, meski sang bos mengeluh. Apalagi menurut Wenger, persaingan Premier League musim ini lebih terbuka. Ditambah Arsenal masih memiliki tabungan satu laga dibandingkan dua tim di atasnya. So, don’t worry Prof!=Ruri

 

JUMLAH PEMAIN ARSENAL CEDERA DI NOVEMBER      

Musim            Jumlah pemain           Hasil akhir

2009-10           7                                  3*

2008-09           9                                  4                     

2007-08           7                                  3

2006-07           5                                  4

2005-06           6                                  4

2004-05           8                                  2

2003-04           8                                  Juara

2002-03           9                                  2

*Sampai pekan ke-11

 

PERBANDINGAN JUMLAH PEMAIN CEDERA TIM BIG FOUR DI NOVEMBER

Musim            Arsenal        MU        Chelsea        Liverpool        Hasil akhir

2009-10           7                   7             3                   8                      -

2008-09           9                   7             7                   5                      MU Juara

2007-08           7                   4             4                   1                      MU Juara

2006-07           5                   6             5                   8                      MU Juara

2005-06           6                   1             4                   5                      Chelsea Juara

2004-05           8                   9             3                   4                      Chelsea Juara

2003-04           8                   2             4                   5                      Arsenal Juara

2002-03           9                   3             8                   4                      MU Juara

Next Page »

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^