<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Ketika Ruri Belajar Menulis...</title>
	<link>http://hanonsari.com</link>
	<description>aLL of mY WorKs...</description>
	<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:56:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Belajar Menulis Lembaran Baru</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=137</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=137#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 14:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[SEORANG teman mengatakan padaku hari ini bagaimana ia ingin membuka sebuah lembaran baru dalam kehidupannya dan melupakan masa lalu. Sebuah buku baru hendak ditulis dalam jejak kehidupannya. Saat ia mengatakan itu, aku langsung teringat pada Pak Sitepu. Dan tulisan itu begitu saja mengalir&#8230;

NAMANYA Pak Sitepu. Aku sendiri tak tahu siapa nama depannya. Ia hanya dipanggil [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=137</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>To A Very Special Father&#8230; (3)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=136</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=136#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2007 13:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Kau menggenggam tanganku apabila aku takut, apabila aku sakit, apabila aku resah, dan apabila aku bingung. Dari balik bahumu aku melihat dunia. Aku melihat dunia yang dirangkul oleh genggamanmu yang erat. Aku melihat tanganmu bekerja. Aku kagum akan keahliannya.
Kau mengizinkan aku pergi. Kau melepas diriku. Tetapi tanganmu menyentuh bahuku apabila aku memerlukan ketentraman dan keyakinan. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=136</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>To A Very Special Father&#8230; (2)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=135</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=135#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2007 13:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Ayah,
Terimakasih untuk semua ceritamu. Terimakasih untuk tidak memukulku ketika aku nakal. Terimakasih kau telah mengajariku nilai kesopanan dan rasa hormat dengan memberikannya kepadaku sejak aku masih sangat kecil.
Terimakasih telah membuatku merasa aku nomor satu, tak peduli biaya dan waktu yang harus kau keluarkan. Terimakasih untuk semua nasehat yang aku abaikan, dulu.
Terimakasih telah membuatku tersadar betapa [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=135</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>To A Very Special Father&#8230;</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=134</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=134#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2007 13:44:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ayah yang bijaksana tahu, pelukan yang tenang mampu mengobati semua luka
&#8212;
 Di atas bahumu, di bawah pohon-pohon yang bernyanyi, tanganku kau pegang erat di dalam tanganmu. Sambil berjalan di bukit yang tinggi, dunia terasa ada di bawah kakiku. Dan aku merasa aman dan yakin kalau aku tidak akan jatuh.
Di penghujung hari yang melelahkan itu, lenganmu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=134</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nguyen Bukan Pahlawan&#8230;</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=129</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=129#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 13:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[*Nguyen Dimakamkan Rabu (7/12)
Melbourne, Tribun - Episode terakhir kisah tragis Nguyen sudah tiba. Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Nguyen Tuong Van (25), Rabu (7/12). Dalam upacara tersebut Pastur Peter Hansen juga membacakan surat permintaan maaf Nguyen.
Sekitar 2.000 pelayat memenuhi Gereja Katolik Katedral St Patrick di Melbourne timur untuk menghadiri misa requiem bagi Nguyen. Diantaranya hadir [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=129</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintip Kisah Tragis Nguyen (3-Habis)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=128</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=128#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 13:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Akhir yang Pahit bagi Kim
NGUYEN memang sudah menebus rasa cintanya pada sang adik yang membuatnya harus digantung di Singapura, Jumat (2/12) lalu. Tapi pengorbanannya tak cukup sampai di situ. Ternyata sang adik, Nguyen Dang Khoa terjerat kasus lain yang membuatnya harus dipenjara karena telah melakukan penganiayaan.
Entah apa yang dirasakan Kim Nguyen saat ini. Anaknya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=128</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintip Kisah Tragis Nguyen (2)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=127</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=127#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 13:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspiring Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Tunggu Hantaran Heroin di Hotel
DAN pada saat itulah, seorang petugas bandara di terminal keberangkatan Bandara Changi Singapura, di mana Nguyen transit sebelum menaiki pesawat Qantas nomor penerbangan 10 yang akan membawanya kembali ke Melbourne, melihat kegelisahan Nguyen dan menduga ada heroin dalam tas Nguyen.
Menurut dokumen pengadilan, setelah Nguyen bertemu Tan, ia terbang ke Sydney dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=127</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
