<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Ketika Ruri Belajar Menulis...</title>
	<link>http://hanonsari.com</link>
	<description>aLL of mY WorKs...</description>
	<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:56:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Sebuah Pelajaran Sederhana</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=158</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=158#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 13:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kisahku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[JARUM jam dinding di kantorku baru menunjukkan pukul 17.54 WIB di hari Minggu (13/1) lalu ketika ponselku berdering. Dari Pak Suwarno, narasumber setiaku soal aktivitas orang Tionghoa di Batam. Aku sama sekali tak mengira bakal dapat kejutan spesial sore itu. Awalnya aku mengira itu dari Pak Suwarno, karena namanya tertera di ponselku. Ternyata suaranya lain, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=158</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Sebuah Ketulusan</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=154</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=154#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 15:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kisahku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[KETULUSAN mungkin sudah jarang ditemukan di tengah dunia yang penuh keegosian saat ini. Ketika sebuah ketulusan tak lagi dihargai oleh manusia-manusia di dunia yang lebih memilih untuk menguntungkan diri mereka sendiri dan tanpa mempedulikan keberadaan orang lain.
Namun semua itu tak kutemukan dalam diri Lao Sh-ku (guru, Bahasa Mandarin, red). Sebuah nilai ketulusan masih ada dalam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=154</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Latah Dilatahkan&#8230;</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=153</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=153#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 15:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kisahku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[PENYAKIT ini punya dua sisi yang berlawanan. Di satu sisi, latah dianggap sebagai penyakit dan di sisi lain sebagai alat pengantar untuk bisa lebih bergaul, terutama di kalangan anak muda.
Di Indonesia, gangguan latah berkembang pada suku-suku di Pulau Jawa, Sumatera, dan pedalaman Kalimantan. Sementara itu, di wilayah Asia lainnya, penyakit latah ditemukan antara lain di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=153</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mudik Pertamaku&#8230;</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=152</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=152#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 17:44:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kisahku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[MUDIK. Kata ini sepertinya merupakan sebuah kata sakti bagi seluruh penduduk Indonesia. Betapa tidak, kata ini mampu menggerakkan ratusan juta umat manusia di Indonesia untuk mengunjungi kampung halaman mereka saat hari raya tiba.
Hitung saja berapa orang yang bergerak dari rumah mereka menuju ke kampung halaman ketika Lebaran tiba. Jangan lupa hitung juga berapa putaran uang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=152</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Siksaan Waktu</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=139</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=139#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 09:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kisahku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Dinginnya hembusan angin malam ini
Sedingin hatiku yang terbekap rindu di hati
Sebuah rindu yang tak kunjung bertepi
Kapankah akan berhenti menanti?
Siksaan waktu jadi ujian
Saat kerinduan jadi dambaan
Siksaan waktu tak kunjung berlalu
Mendera hati dan kalbuku
Masihkah asa itu ada di sini?
Masihkah harapan berpendar di hati?
Siksaan waktu terus menemaniku
Akankah cepat berlalu?
D
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=139</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jelajah Pulau III Tribun-Telkomsel (3-Habis)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=96</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=96#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 12:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kisahku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[2 Jam Tunggu Kedatangan Bidan
HAMPARAN ikan-ikan kering dan sotong yang dijemur di samping rumah menjadi pemandangan tersendiri ketika kapal Tim Jelajah Pulau III Tribun-Telkomsel mendarat di Pulau Limas belum lama ini. Tak hanya itu, keramahan keluarga Amat pun menyambut tim jelajah pulau dengan senyum mereka.
Anak perempuan Amat, Yani, langsung menceritakan kondisi kesehatan di Pulau Limas [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=96</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jelajah Pulau III Tribun-Telkomsel (2)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=95</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=95#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 12:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[kisahku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Dukun Larang Makan Sayur Usai Melahirkan
MATAHARI baru saja terbenam ketika tim Jelajah Pulau III Tribun-Telkomsel tiba di Pulau Mesanak, Kecamatan Senayang belum lama ini. Kondisi di pulau yang langsung berhadapan dengan Laut Natuna itu sedikit berbeda dengan Pulau Medang.
Fasilitas kesehatan di pulau itu sudah lumayan dibandingkan Pulau Medang. Dua orang bidan dan seorang mantri kesehatan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=95</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
