<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Ketika Ruri Belajar Menulis...</title>
	<link>http://hanonsari.com</link>
	<description>aLL of mY WorKs...</description>
	<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:56:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Dari Seminar on Ethnic Chinese in Indonesia in an Era of Globalization di Singapura (4-Habis)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=42</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=42#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 09:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bagi Kaum Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Tonggak Sejarah di Tangan Gus Dur
SELAMA beberapa dekade, kaum Tionghoa di Indonesia sudah mengalami berbagai tindak kekerasan. Semua tindak kekerasan itu memuncak di bulan Mei 1998, menjelang runtuhnya kekuasaan Soeharto. Berbagai kerusuhan di Medan, Jakarta dan Solo itu semua ditujukan kepada kaum etnis Tionghoa yang notabene memegang kendali ekonomi.
Menurut Natalia Soebagjo, mantan penyiar RCTI yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=42</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Seminar on Ethnic Chinese in Indonesia in an Era of Globalization di Singapura (3)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=41</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=41#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 10:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bagi Kaum Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Kaum Tionghoa Bukan Minoritas di Kepri
KAUM Tionghoa di Kepri ternyata menjadi perhatian tersendiri dalam Seminar on Ethnic Chinese in Indonesia in an Era of Globalization di Singapura belum lama ini. Dua peneliti dari Institut of Southeast Asian Studies (ISEAS) Singapura, yakni Dr Aris Ananta dan Dr Evi Nurvidya Arifin menjelaskan sebuah topik menarik, yakni Ethnic [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=41</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Seminar on Ethnic Chinese in Indonesia in an Era of Globalization di Singapura (2)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=40</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=40#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 13:05:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bagi Kaum Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Terobosan Luar Biasa dalam UU no 12 Tahun 2006
INDONESIA sudah lama memiliki sejarah diskriminasi terhadap kaum Tionghoa. Bahkan, menurut catatan sejarah, mereka sudah mengalami diskriminasi sejak masa kolonial Belanda dan penjajahan Jepang.
&#8220;Diskriminasi bahkan sudah dimulai sejak zaman VOC berkuasa. Peraturan diskriminasi ini masih bertahan pada zaman pemerintahan Soeharto selama 32 tahun,&#8221; ujar Frans H Winarta, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=40</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Seminar on Ethnic Chinese in Indonesia in an Era of Globalization di Singapura (1)</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=39</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=39#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jul 2007 16:18:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bagi Kaum Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Kaum Tionghoa Dipaksa Memakai Nama Indonesia
JANGAN tanya mengapa mataku sipit. Jangan tanya mengapa kulitku kuning. Jangan tanya mengapa kulitku dan mataku berbeda dengan orang-orang Indonesia lainnya. Tapi jangan pernah anggap aku berbeda dengan kalian. Karena yang pasti di dalam jiwaku dan di dalam darahku, aku tetaplah orang Indonesia.
ITULAH yang terungkap dalam Seminar on Ethnic Chinese [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=39</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
