<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Ketika Ruri Belajar Menulis...</title>
	<link>http://hanonsari.com</link>
	<description>aLL of mY WorKs...</description>
	<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:56:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pángu Mutiara Budaya Tionghoa</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=56</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=56#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 12:27:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tradisi Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[* Diyakini Sudah Membantu Dunia
DALAM sejarah Tionghoa disebutkan seorang makhluk bernama Pángu. Ia dikisahkan sebagai leluhur pembuka langit dan bumi yang dengan sekuat kemampuannya dan mengorbankan nyawanya sendiri untuk menggantikan keberadaan dunia ini.
&#8220;Pángu umumnya dilukiskan sebagai raksasa primitif berbulu dengan tanduk di kepalanya dan memakai pakaian dari bulu binatang,&#8221; ujar Sunanto Eddy Tamrin, seorang peminat [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=56</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tionghoa Perantauan Lebih Kental</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=55</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=55#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 12:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tradisi Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[* Dari Segi Budaya Dibandingkan di Tiongkok
Batam, Tribun - Ditinjau dari segi budaya, ternyata para kaum Tionghoa perantauan memiliki kultur budaya yang lebih kental dibandingkan mereka yang masih tinggal di Tiongkok. Pada perayaan Imlek misalnya, di Tiongkok tak pernah ada aturan khusus mengenai tata cara doa dalam agama tertentu, melainkan hanya rasa syukur kepada leluhur [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=55</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tersebar di Zaman Dinasti Shang</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=54</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=54#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 12:24:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tradisi Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[* Asal-Mula Sumpit
Batam, Tribun - Sumpit (kuàizi) yang dalam bahasa Tionghoa kuno disebut sebagai Zhu, aslinya berasal dari Cina. Sumpit baru tersebar ke negara-negara sekitarnya pada zaman Dinasti Shang. Dan sekarang sumpit menjadi alat makan paling umum selain sendok.
&#8220;Biasanya, sumpit sangat umum dipakai oleh suku bangsa di Asia Timur, seperti Cina, Jepang, Korea, Vietnam dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=54</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berasal dari Pangeran Cina</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=53</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=53#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 12:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tradisi Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[* Xuán Wu Binatang Keramat Tionghoa
Batam, Tribun - Binatang terakhir dalam empat binatang keramat Tionghoa adalah kura-kura (darat) hitam (Xuán Wu). Secara harfiah, Xuán Wu diartikan sebagai pahlawan hitam. Kadang-kadang binatang ini disebut sebagai pahlawan hitam dari utara, karena utara melambangkan musim dingin.
&#8220;Meski namanya dalam bahasa Cina adalah Xuán Wu, tetapi sering diterjemahkan sebagai kura-kura [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=53</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dianggap Bisa Berikan Keturunan</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=52</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=52#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 12:21:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tradisi Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[* Qílín Makhluk Mistik Tionghoa
Batam, Tribun - Makhluk ketiga dari empat makhluk mistik Tionghoa adalah Qílín. Banyak sebutan untuk Qílín dalam bahasa lain yaitu Kylin, Ch&#8217;ilin (wade-gelis), Kirin dalam bahasa Jepang, Girin (Korea) Keilun (Kantonis), Sabitun (Manchu), K&#8217;lân (Vietnam) atau Kilen (Thailand).
&#8220;Selain Qílín, binatang lainnya adalah fenghuang phoenix, naga dan kura-kura. Semua binatang tersebut bermakna [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=52</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fènghuáng Lambangkan Maharani</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=51</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=51#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 12:20:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tradisi Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Batam, Tribun - Dalam tradisi Tionghoa disebutkan empat binatang keramat tradisional orang Tionghoa. Selain naga, tiga binatang lain adalah Fènghuáng, Kirin dan kura-kura.
&#8220;Kata Fènghuáng atau dalam bahasa Jepang disebut Ho-O, bahasa Korea disebut Bonghwang, bahasa Vietnam disebut Phuong Hoàng adalah raja burung dalam mitologi Tionghoa,&#8221; ujar Sunanto Eddy Tamrin, seorang peminat budaya Tionghoa kepada Tribun.
Yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=51</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Naga dalam Kehidupan Warga Tionghoa</title>
		<link>http://hanonsari.com/?p=50</link>
		<comments>http://hanonsari.com/?p=50#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 12:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ruri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tradisi Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanonsari.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Kaisar Sebagai Putra Langit Naga
BERBICARA mengenai suku Tionghoa pasti tak pernah bisa dilepaskan dari simbolisme naga dalam barongsai yang kerap menghiasi berbagai acara dalam tradisi Tionghoa. Long (naga) dalam mitos dan legenda orang Tionghoa merupakan binatang yang sangat keramat, biasa diilustrasikan dengan bentuk badan ular, kaki biawak, cakar elang, ekor ular, tanduk rusa, badan bersisik [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hanonsari.com/?feed=rss2&amp;p=50</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
