Mauro Zarate

October 8, 2008 on 4:00 am | In sepak bola | No Comments

Tenggelamkan Ronaldinho

Sabtu, 5 Juli 2008. Suasana Bandara Fiumicino, Roma berlangsung seperti biasa. Tak ada penyambutan meriah seperti yang dilakukan 30 ribu suporter AC Milan ketika Ronaldinho datang ke Kota Milan. Semua terjadi seperti biasa, ketika Mauro Zarate menapakkan kakinya di Roma. Seorang pemain yang nantinya berjasa banyak bagi Lazio, seorang pemain pinjaman.

Mengusung status sebagai seorang pemain pinjaman dari Klub Al-Sadd, Qatar ternyata tak menghalangi Zarate untuk bersinar bagi Lazio. Striker berusia 21 tahun ini langsung mencetak dua gol di debut pertamanya di Serie-A melawan Cagliari. Ia menambah sebuah gol lagi ke gawang Sampdoria sepekan kemudian.

Tentu saja para Laziale langsung jatuh cinta pada striker asal Argentina itu. Mereka selalu bersorak-sorai setiap kali Zarate bermain. Zarate sendiri langsung membalas kecintaan itu dengan mendedikasikan dua gol debutnya itu pada para fans. “Aku sangat senang dengan kemenangan ini. Kemenangan ini aku tujukan untuk keluarga dan para fans fanatik Lazio. Aku harap tim ini bisa tetap berada di level atas,” kata dia.

Kekuatan yang keluar dari dua kakinya selalu melahirkan gol-gol indah ke gawang lawan. Kemampuan dari dua kakinya itu ditambah dengan kecepatan berlarinya yang selalu merepotkan bek-bek lawan. Zarate sudah lama dikenal sebagai pemain super-komplet. Dia bisa mencetak gol dari sudut manapun. Mulai dari mencetak gol hasil tendangan bebas, penalti, atau sendirian berlari membawa bola dari lini tengah sekalipun.

Meski banyak mencetak gol dengan kaki kiri, namun Zarate mengakui jumlah gol yang lahir dari kaki kirinya masih kalah dibandingkan gol dari kaki kanannya. “Aku memang selalu melatih kemampuan kaki kiriku, tapi sebenarnya aku punya kemampuan lebih baik di kaki kanan,” jelas dia.

Kemampuannya yang unik itu menjadikan bek-bek lawan sulit membaca pergerakan Zarate. Mereka sulit menebak apakah pemain setinggi 176 cm itu akan menembak dengan kaki kiri atau kanannya. “Biarkan mereka menebaknya, yang pasti aku bisa mencetak gol dari kedua kakiku,” bilang pemain berjuluk Zarate Kid ini.

Kemampuan itu pun diakui mantan rekan setim Zarate di Birmingham City, Franck Queudrue. Menurut Queudrue, Zarate adalah pemain yang selalu merasa percaya diri setiap kali bola berada di kakinya. “Dan ketika bola sudah berada di kakinya, ia akan segera menembakkannya ke gawang lawan, tak peduli dengan kaki kiri atau kanan,” bilang Queudrue.

SULIT DI QATAR

Mauro Matias Zarate dilahirkan pada 18 Maret 1987 di Haedo, Buenos Aires, Argentina. Debut pertamanya di level profesional terjadi ketika membela Velez Sarsfield melawan klub Arsenal de Sarandi pada 21 April 2004. Dua tahun kemudian, ia mencatatkan diri sebagai top skorer Primera Division Argentina Apertura 2006 dengan torehan 12 gol.

Semusim berikutnya, Zarate memutuskan menandatangani kontrak selama empat tahun dengan klub Al-Sadd, Qatar yang terletak jauh dari kampung halamannya. Nilai kontrak senilai 20 juta dolar AS itu seakan sia-sia karena di sana Zarate hanya mampu mencetak empat gol dari 12 pertandingan.

“Harus kuakui hidup di Qatar memang sulit. Setiap kali aku pergi keluar dari Qatar rasanya enggan untuk kembali ke sana. Semua aspek kehidupannya sangat berbeda dengan Argentina. Rasanya aku sedang hidup di dunia lain,” kata dia.

Di tahun yang sama, Zarate membawa timnas Argentina U-20 menjuarai Piala Dunia U-20. Ia juga mencetak gol kemenangan di babak final melawan Republik Ceko. Sinar cemerlangnya di ajang Piala Dunia itu dibawanya ke Birmingham City ketika Al-Sadd memutuskan meminjamkannya ke klub asal Inggris tersebut.

Di ranah Inggris, nama Zarate langsung melejit. Ia mencetak gol pertamanya ketika melawan Reading pada 22 Maret 2008. Setelah itu, ia mencetak beberapa gol penting bagi Birmingham. Sayang, meski tampil cemerlang, Zarate tak bisa menyelamatkan klubnya dari jurang degradasi.

Klub-klub Inggris yang mengetahui kepergian Zarate pun langsung mengincarnya. Arsenal dan Portsmouth menjadi pengantre pertama yang ingin mendapatkan tandatangannya. Tapi, klub biru langit Lazio menjadi klub paling beruntung. Zarate memutuskan mencoba atmosfer sepak bola Italia. “Atmosfer sepak bola di Italia hampir mirip dengan di Argentina. Jadi aku ingin memilih merumput di sini,” bilang dia.

Incaran klub-klub besar seakan sudah membuktikan kemampuannya di jagat sepak bola. Bahkan, Presiden Lazio, Claudio Lotito menganggap sosok Zarate lebih baik dari Lionel Messi, rekan setimnya di Timnas Argentina. Tapi tetap saja Zarate enggan menyombongkan diri. Sikap rendah hatilah yang dipilihnya.

“Semua yang dikatakan orang tentang aku memang sangat membanggakan. Tapi, untuk sekarang ini Leo (Messi, Red) adalah pemain terbaik di dunia. Jadi, Anda tak bisa mengatakan kalau aku lebih baik dari dirinya,” kata Zarate.

Sebuah sikap rendah hati akhirnya berbalas pujian. Pujian kali ini datang dari media-media di kampung halamannya, Argentina. Mereka kini mengakui kemampuannya dan menyayanginya. Julukan Pibe de Haedo atau anak dari Kota Haedo, tempat kelahiran Zarate, pun disematkan padanya. Media menyebut debut Zarate berhasil menenggelamkan debut Ronaldinho di Milan yang terjadi di hari yang sama, 31 Agustus 2008.(Ruri)

Fakta Zarate

Nama lengkap : Mauro Matias Zarate

Julukan : Zarate Kid, Pibe de Haedo

Lahir : Haedo (Argentina), 18 Maret 1987

Tinggi/Berat : 176 cm/76 kg

Posisi : Striker

Nomor kostum : 10 (Lazio)

Debut Serie-A : 31 Agustus 2008, Cagliari 1-4 Lazio

Debut timnas : -

Karier klub :

Musim Klub Serie/Divisi Main Gol

2008-09 Lazio Serie-A 3 4

2008 Jan-08Jul Birmingham Premier League 14 4

2007Jul-07Des Al-Sadd Divisi I 12 4

2006-07 Velez Sarsfield Primera Division 12 15

2005-06 Velez Sarsfield Primera Division 4 4

(BOKS1)

Dari keluarga sepak bola

Buah memang jatuh tak jauh dari pohon. Bakat dan talenta sepak bola yang mengalir dalam darah Mauro Zarate ternyata berasal dari keluarganya. Kelima anak keluarga Zarate merupakan pemain sepak bola profesional. Kakek Mauro Zarate merupakan seorang pemain Timnas Cili.

Sang ayah, Rolando Zarate pernah merumput di Independiente. Kakak pertamanya, Sergio “El Raton” Zarate pernah membela Velez dan klub Necaxa dan Puebla, Meksiko. Sekarang, ia menjadi agen pemain. Saudaranya yang lain, Ariel Zarate kini berada di klub All Boys yang berlaga di Liga Argentina Nacional B.

Selain itu, Mauro juga memiliki saudara bernama Rolando Zarate Jr yang pernah membela River Plate dan melakukan ujicoba di beberapa klub Eropa. Sebagai anak bungsu, Mauro pun memetik keuntungan dari profesi kakak-kakaknya sebagai pemain bola.

Misalnya ketika ia mulai menendang bola di usia 8 tahun. Ia bisa berada di Velez Sarsfield karena keberadaan Sergio yang sudah lama merumput di sana. “Rasanya, Velez bukan hanya sebuah klub semata bagiku, klub ini juga seperti sebuah keluarga untukku. Karena semua ilmu tentang sepak bola sudah aku dapatkan di Velez,” bilang Zarate.(*)

(BOKS2)

Kembar nama

Nama Mauro Zarate ternyata tak hanya dimiliki oleh pemain bola yang ini merumput di Lazio itu. Setiap kali menginput nama Mauro Zarate di google.com, muncullah nama Mauro Zarate lainnya. Kali ini bukan seorang pemain sepak bola bola, tapi seorang pemain bisbol.

Mauro Edward Zarate, pemain bisbol tersebut, kini merumput di klub San Diego Padres, AS. Ia merupakan pitcher klub yang berlaga di Major League Baseball AS. Pemain bisbol ini ternyata juga berasal dari kawasan Amerika Latin, tepatnya dari Venezuela.

Entah, apakah Mauro Zarate yang pemain bola sadar kalau ia memiliki kembaran nama dengan seorang pemain bisbol itu atau tidak.(*)

(INFOGRAFIS)

Performa sempurna

Kendati menolak disama-samakan dengan Lionel Messi sebagai pemain terbaik dunia, namun performa Mauro Zarate terus mengundang pujian. Tak main-main, pujian datang dari berbagai tokoh sepak bola terhadap kesempurnaan performanya di lapangan hijau. Berikut beberapa di antaranya.

Alex McLeish, Manajer Birmingham City

“Ia seorang pemain yang luar biasa, terutama kemampuan dribbling-nya. Saya hanya melihat golnya di final Piala Dunia U-20 dan dari situ saya tahu kalau Zarate adalah sebuah talenta nan fantastis. Masa depan yang cerah kini sedang menunggunya.”

Delio Rossi, Pelatih Lazio

“Dia pemain penuh motivasi dan berkarakter kuat. Seorang pemain dengan kebanggaan, determinasi dan kualitas tinggi. Dia sudah bekerja keras selama masa pramusim lalu dan sekarang ia memiliki ruang untuk mengembangkan diri.”

Giuseppe Signori, pemain legendaris Lazio

“Zarate merupakan pemain berkualitas sehingga ia bisa melakukan start musim ini dengan baik. Dia berpotensi besar, aku sama sekali tak meragukannya.”

Juan Sebastian Veron, mantan pemain Lazio

“Aku pernah bermain bersamanya dan dia memiliki kualitasnya sendiri. Dia bisa mendribel bola dengan baik di depan lawan dan melakukan hal-hal luar biasa lainnya di lapangan. Karakternya mengingatkanku pada Adriano.”

Claudio Lotito, Presiden Lazio

“Saya sendiri yang memilihnya. Saya pernah melihatnya melalui rekaman video pertandingan. Saya membeli pemain yang punya kecepatan dan bisa mencetak gol. Semua itu sekarang ada pada sosoknya.”

Carlos Luis Ischia, mantan pelatih Velez Sarsfield

“Zarate adalah seorang pemain yang fantastis. Ia bisa mencetak gol dari berbagai cara. Tendangannya selalu impresif dan saya yakin ia bisa mencetak lebih dari 20 gol di Serie-A musim ini.”

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^